30/01/2019 sfiadmin

Bulan K3 Nasional

ketentuan bendera k3, bendera k3, bendera safety, aturan bendera k3, ukuran bendera k3, safety first indonesia, sejarah uu k3 nasional, peringatan bulan k3, bulan k3 nasional

Bulan K3 Nasional

Mungkin beberapa diantara kita masih ada yang belum tau kenapa diperingati bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dan kenapa diambil setiap tanggal 12 Januari – 12 Februari ?

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas tentang sejarahnya.

SEJARAH PERATURAN K3 DI INDONESIA

Usaha penanganan keselamatan kerja di Indonesia dimulai pada tahun 1847 sejalan dengan pemakaian mesin uap untuk keperluan industri oleh pemerintah Hindia Belanda yang pengawasannya ditujukan untuk pencegahan kebakaran, belum tertuju pada perlindungan tenaga kerja yang berasal dari orang-orang yang dijajah, karena hal ini dianggap bukan merupakan suatu kepentingan masyarakat oleh pemerintah yang menjajah.

Pada tanggal 28 Pebruari 1852 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan STBL. No. 20 yang mengatur tentang pelaksanaan keselamatan kerja pada pemakaian pesawat uap, yang pelaksanaannya diserahkan pada instansi DIENST VAN HET STOOMWEZEN yang sekaligus pelaksanaan pengawasannya sudah tertuju pada perlindungan tenaga kerja.

Pada abad 19 dengan pemakaian pesawat uap yang meningkat pesat, disusul pemakaian mesin diesel dan listrik di industri pengolahan, menyebabkan timbulnya bahaya baru bagi para pekerja dan banyak terjadi kasus kecelakaan kerja.

Pada tahun 1905 dengan STBL No. 521 oleh pemerintah Hindia Belanda dikeluarkan peraturan tentang keselamatan kerja dengan nama“VEILIGHIED REGLEMENT” atau disingkat VR, yang diperbarui pada tahun 1910 STBL. No. 406 yang biasa disebut dengan “VEILIGHIED REGLEMENT (VR 1910)   yang bersifat Repressive yang kemudian menjadi awal sejarah perundangan K3 di Indonesia

VR 1910 yang berlaku mulai tahun 1910 sampai periode 12 Januari 1970 dalam pelaksanannya disana sini telah mengalami perubahan, namun perubahan tersebut kurang berarti dan dalam banyak hal telah tertinggal dan perlu pembaruan sesuai dengan perkembangan peraturan ketenagakerjaan dan teknik, teknologi serta industrialisasi di negara kita dewasa ini.

Selanjutnya dikeluarkan Undang-Undang Keselamatan Kerja yang di undangkan di Jakarta oleh Sekretaris Negara RI, ALAMSJAH dan kemudian di sahkan oleh Presiden RI kedua SOEHARTO pada tanggal 12 Januari 1970, ditetapkanlah Undang – Undang No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja yang lebih bersifat Preventif.

UU No. 1 Tahun 1970 dirasakan sesuai karena :

  1. Bersifat pencegahan terhadap kecelakaan
  2. Ruang lingkup Lebih jelas
  3. Rumusan Teknis Lebih komprehensif
  4. Pembinaan K3 bagi manajemen dan pekerja
  5. Pembentukan unit P2K3 Perusahaan
  6. Pengaturan retribusi pengawasan

Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 memiliki 11 Bab dan 18 Pasal

Sejak saat itu ditetapkan sebagai Bulan K3 Nasional, yang diperingati setiap tanggal 12 Januari – 12 Februari.

Walaupun sudah banyak peraturan perundangan yang diterbitkan, namun dalam implementasinya masih banyak program dan pelaksanaannya belum mencapai sasaran yang diharapkan.

Oleh karena itu perlu usaha-usaha untuk memasyarakatkan dan mendorong pengetrapan dari smeua peraturan perundangan dibidang keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku, terutama pada pihak-pihak terkait dengan proses produksi.

Pemerintah telah berusaha untuk mengembangkan dan membudayakan K3. Peran serta masyarakat didorong untuk melaksanakan K3 tersebut secara swakelola dan swadaya. Dengan makin membudayakan K3 dikalangan masyarakat industri, diharapkan kondisi kerja makin baik sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja yang pada akhirnya dapat menjamin kelangsungan berusaha serta memperluas kesempatan kerja.

Dengan demikian kita akan mampu membangun dengan kekuatan sendiri pada dimasa depan nanti. Semoga budaya K3 Indonesia semakin maju dan lebih baik lagi untuk mencapai target Zero Accident di semua industri Indonesia, Aamiin.

Salam Safety!

, , , , , , , , , , ,

CREATIVE DESIGN

Untuk info lebih lanjut silahkan menghubungi kami